SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE PT. PUPUK INDONESIA LOGISTIK (PILOG)

LOGO UTAMA

  • Logo PT. PUPUK INDONESIA LOGISTIK akan tampak utuh dengan logogram dan logotype yang tidak dapat dipisahkan.
  • Antara logogram dan logotype tidak boleh dipisah.
  • Logogram terdiri dari bentuk standar dengan tambahan logotype di sisi kanan dengan posisi simetris.
  • Logotype terdiri dari tulisan :
                - PUPUK INDONESIA
                - LOGISTIK
                - (PIHC GROUP)

 

LOGO SEKUNDER

  • Logogram :
    Jika logo PT PUPUK INDONESIA LOGISTIK bersanding dengan logo seluruh atau slah satu dari logo    anggota Holding PIHC maka bentuknya akan berubah mengikuti bentuk formasi sekunder. Logogram  utama tidak berubah, hanya saja tidak terdapat logotype seperti pada bentuk formasi utama.
  • Logotype :
    Logotype akan berubah menjadi tulisan “PILOG” dengan komposisi huruf simetris berada di bawah logogram.

    Huruf yang digunakan pada logo sekunder ini adalah type huruf “Arial Rounded MT Bolt” dengan ukuran sesuai gambar atau menyesuaikan dengan kebutuhan.

 

MAKNA LOGO

  • Filosofi Bentuk Logo :
    Bentuk dasar logo PT PUPUK INDONESIA LOGISTIK diilhami dari bentuk dasar buritan kapal laut sebagai pilar utama dalam memenuhi kebutuhan transportasi/penunjang bisnis utamanya. Di atas kapal ini terdapat logogram PT PUPUK INDONESIA (Persero) sebagai Holding Company.

  • Jenis Huruf :
    Huruf yang digunakan adalah huruf tanpa serif dengan warna dasar hitam yang memberi kesan low profile, dinamis, professional dan focus dalam pengembangan bisnisnya.

  • Konsep Warna :
    Warna logo diilhami dari main business PT PUPUK INDONESIA (Persero) dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

  • Harapan :
    PUPUK INDONESIA LOGISTIK berperan aktif sebagai support holding untuk mencapai tujuan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberikan kontribusi utama dalam penyaluran dan distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan terhindar dari permasalahan kelangkaan pupuk di salah satu daerah akibat distribusi pupuk yang tidak optimal.