Selamat Datang di Official Website PT Pupuk Indonesia Logistik - ExCellent Services for Reliable Shipping

SEKILAS GCG

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GCG)

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) merupakan suatu sistem pengelolaan perusahaan yang mencerminkan hubungan yang tersinergi antara manajemen dan pemegang saham, kreditur, pemerintah, pemasok dan pemangku kepentingan lainnya. Penerapan GCG di perusahaan memiliki peran yang penting demi keberlanjutan perusahaan dengan tujuan yang membangun lingkungan bisnis yang sehat dan memberi nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan.

PRINSIP-PRINSIP GCG

Prinsip-prinsip GCG yang terdiri dari Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Kewajaran harus dijalankan secara menyeluruh dan konsisten oleh PT. Pupuk Indonesia Logistik. Sehingga bagi bagi penerapan GCG akan memberikan perlindungan para pemangku kepentingan dan pada akhirnya GCG akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap pertumbuhan dunia usaha yang berkesinambungan.

Dengan menerapkan prinsip GCG, Perusahaan dapat bertahan dan tangguh dalam persaingan usaha yang ketat. Diharapkan GCG dapat menjadi sarana untuk mencapai Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan secara lebih baik.

PENERAPAN GCG

Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (GCG) sebagai prinsip dasar dan pengelolaan Perusahaan yang dimaksud dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-OI / MBU / 2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Praktik GCG pada Badan Usaha Milik Negara.

Dengan adanya Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) penerapan prinsip-prinsip GCG secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi Pemegang Saham pada khususnya dan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) yang lain pada umumnya.

Dalam hal ini PILOG memastikan bahwa prinsip-prinsip GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan. Prinsip GCG tersebut meliputi Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Kewajaran

TUJUAN PENERAPAN GCG PADA PILOG

  1. Memaksimalkan nilai perusahaan dalam bentuk peningkatan kinerja (kinerja tinggi) serta citra perusahaan yang baik (citra perusahaan yang baik).
  2. Mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan, dan efisien serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ perusahaan.
  3. Mendorong organ perusahaan membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi dengan nilai etika / moral yang tinggi dan berdasarkan peraturan-undangan yang sesuai, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pemangku kepentingan.
  4. Mendorong pengelolaan sumber daya dan risiko perusahaan secara lebih efisien dan efektif.
  5. Potensi kepentingan organisasi organisasi dan pekerja dalam menjalankan bisnis perusahaan.
  6. Menciptakan lingkungan usaha yang kondusif terhadap keputusan tujuan perusahaan.


KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG TELAH DISUSUN PILOG

Kebijakan GCG menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam strategi perusahaan yang sejalan dengan visi dan budaya PILOG. Soft Structure Tata Kelola Perusahaan PILOG yang utama:

  1. Pedoman Tata Kelola Perusahaan
  2. Pedoman Perilaku (Kode Etik Perusahaan)
  3. Pedoman Pelaporan Pelanggaran (WBS)
  4. Pedoman Pengendalian Gratifikasi
  5. Pedoman LHKPN
  6. Pedoman Direksi dan Dewan Komisaris (Board Manual)
  7. Pedoman Benturan Kepentingan
  8. Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa
  9. Piagam Audit Internal
  10. Kebijakan Manajement Risiko Tahun 2019

PRAKTIK GCG YANG TELAH DILAKSANAKAN

  1. Semua transaksi penting yang memerlukan persetujuan Pemegang Saham telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Pemegang Saham telah memberikan arahan kepada Direksi untuk melakukan berbagai terobosan dalam merespon kondisi pasar.
  2. Dewan Komisaris telah memiliki Board Manual yang mengatur, membagi tugas dan tanggung jawab.
  3. Direksi telah melakukan perubahan struktur organisasi, mengantisipasi perkembangan bisnis dan strategi, menerapkan manajemen risiko, melakukan self assesment risiko dan meningkatkan kapabilitas manajemen mutu
  4. Sekretaris Perusahaan menyampaikan informasi kepada pemangku kepentingan secara berkala, jelas dan akurat, antara lain melalui media cetak maupun elektronik.
  5. Perusahaan telah membentuk Tim Self Assessment GCG dan melakukan asesmen berdasarkan parameter sesuai dengan Keputusan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Kep-16/2012.